Home » , , , , » Logo Baru Gojek: Mirip bukan Berarti Plagiat, tetapi mencederai ke Unikan.

Logo Baru Gojek: Mirip bukan Berarti Plagiat, tetapi mencederai ke Unikan.

Posted by SangDesStock on 7/26/2019


Logo Baru Gojek: Mirip bukan Berarti Plagiat, tetapi mencederai ke Unikan--Baru-baru ini kembali Dunia Desain Grafis dihebohkan dengan Launchingnya Logo Baru Gojek yang diduga hasil dari plagiat dari beberapa logo perusahaan lain, salah satunya logo sebuah Clothing di Bandung yaitu Ouval Research (Lihat gambar 1). Fenomena ini sontak membuat semua Masyarakat menjadi Penilai Visual dadakan berdasarakan latar belakangngya masing-masing.Sebenarnya kasus dugaan plagiat ini beberapa waktu belakangan ini sering kali mencuat ketika perusahaan mengumumkan logo baru mereka, misalnya Saja Logo Liga 1 Indonesia yang diduga mengambil logonya hanya dari situs-situ Microstock. Selain itu ada juga kasus logo baru TVRI yang diduga meniru logo dari Kantor Berita Jerman Deuch Weele (DW). 


Logo-logo yang diduga di plagiat oleh Gojek.

Nah, dari semua kasus itu, pada akhirnya insan-insan desainer pada khususnya beserta seluruh masyarakat mulai menerima atau memberi Pemakluman terhadap kasus dugaan Plagiat logo seperti ini. Selain itu Fenomena-fenomena ini sontak membuat semua Masyarakat menjadi Penilai Visual dadakan berdasarakan latar belakangngya masing-masing. Ya, saya mungkin termasuk salah satu masyarakat yang punya Pendapat sendiri sesuai dengan Latar Belakang Saya (Padahal latar belakang saya memang tidak jauh-jauh dari hal-hal Berbau Visual Branding).




Namun, apakah untuk kasus Logo Gojek ini juga akan berakhir dengan Pemakluman saja? Bisa jadi. Karena pada dasarnya dugaan Plagiat ini masih berupa dugaan semata saja. Agak sulit membuktikan apakah ini benar-benar Plagiat. Memang, kita pahami bahwa penilaian masyarakat umum terlanjur beredar dan memperkuat dugaan Plagiat ini. Tapi kita perlu Pahamkan lagi bahwa ini baru Dugaan Plagiat. Logonya belum tentu sama tapi mirip, iya!!!

Lantas, berbicara tentang kemiripan kita perlu pahami dulu antara  kata Mirip dan kata Kembar/sama.  Menurut kamus bahasa indonesia (Kbbi) https://kbbi.web.id/. Kata Mirip diartikan Hampir sama. Sedangkan Kembar diartikan sebagai Sama rupanya (khusus manusia, namun juga berlaku dalam hal penilaian Bentuk). Jadi untuk menjudge apakah Logo Baru Gojek ini betul-betul plagiat, maka kita kembalikan ke makna kata Mirip tadi. Maksud saya kata Mirip lebih cocok disematkan dari pada kata Plagiat, karena plagiat sendiri berarti meniru secara menyeluruh atau bahkan sama. Memang ini bukan sebuah pemaksaan pembenaran, akan tetapi sebuah upaya untuk menilai sesuatu berdasarkan kekhasan Visual semata berdasarkan cara pandang Tata Bahasa. Nah ini point yang pertama.

Selanjutnya, untuk menilai apakah sebuah Logo itu plagiat atau bukan perlu dipahami dulu beberapa unsur penilaian yang berkaitan kenapa sehingga kemiripan ini bisa terjadi. Nah, mari kita kutip dulu pendapat salah satu Legenda Desain Grafis Indonesia yaitu mas Surianto Rustan dalam tulisannya di web pribadinya. Dalam tulisan yang berjudul "Logo Baru Gojek: Flat desain makan Korban Lagi", beliau mengatakan  ada 4 hal yang harus dipahami desainer dalam menilai kemiripan ini yaitu:

1. Syarat utama logo adalah UNIK (berbeda dari yang lain).
2. Faktor pembuat unik adalah EKSPRESI (makin kuat ekspresi, makin unik logo).
3. Ekspresi bisa dibuat dari pengolahan bentuk-bentuk dasar.
4. Tren Flat Design meminimalisir ekspresi.

Sekiranya penjelasan ke empat hal diatas teman-teman bisa baca sendiri di web mas Surianto Rustan. Namun, pada kesemepatan ini saya hanya ingin menanggapi  point utama saja. Unik, berarti sesuatu yang baru dan Berbeda. Jika, kita terapkan dalam penilain logo Baru Gojek ini maka Logo Gojek ini bukan sesuatu yang baru dan berbeda atau singkatnya tidak Unik. Mengapa?ya...kembali ke Point diatas, yaitu karena ada kemiripan dengan beberapa Logo perusahaan lain. Berarti Logo Gojek ini sifatnya Mirip saja atau tidak sama dengan Logo-logo lain yang diduga di plagiat oleh Gojek. Nah, pada akahirnya kita bisa memahami bahwa Hasil karya Cipta kita yang tidak memenuhi Kriteria Unik, memang cenderung melahirkan penilaian Plagiat atau Meniru. Nah ini Point Kedua.

Baca juga: Cara Jualan Logo di Shutterstock

Sekarang saya akan membahas Poin ke Tiga dari tulisan ini sebelum kita masuk kebagian kesimpulan. Pada bagian ketiga, ini saya hanya ingin mencapaikan bahwa sebuah Logo (symbol) itu kadang tidak bisa Berdiri sendiri tanpa ada Logotype nya. Misalnya Logo Baru Gojek ini tidak berdiri Sendiri karena Terdapat bagian Symbol dan Logotypenya (Tulisan Gojek). Jadi menilai sesuatu dengan tidak secara menyeluruh kemudian menilainya bukanlah sebuah sikap yang bijak. Kita harus melihat dulu hal ini secara keseluruhan bukan hanya pada satu bagian. Memang klo melihat bagian Simbolnya saja maka ada kemiripan dengan logo-logo yang tadi bisa kita lihat diatas. Tetapi jika kita melihat secara menyeluruh, apakah dari segi Logotypenya kah? Warnanya kah? , ukuran Symbolnya kah atau bahkan dari segi Konsepnya. Bahkan jika dibandingkan secara Pixel per Pixel maka kita akan menemukan sesuatu yang sama sekali tidak sama akan tetapi ini justru sesuatu yang berbeda. Untuk proses pembuktian Pixel to Pixel bisa dilihat  di Video Mas KukuhAldy dibawah ini. Jadi Untuk poin ke tiga ini saya rasa cukup ya.



Selanjutnya sebelum kita beralih ke point kesimpulan maka ada baiknya kita menonton dulu video berikut ini, untuk lebih mehami Logo Baru Gojek dari segi Konsepnya. Sedangkan Konsep logo  menurut Founder dan CEO Gojek, Nadiem Makarim., bisa dibaca dibawah di sini. 

Nah, Sekarang mari kita beralih kebagian akhir. Yaitu Kesimpulan!
Jadi Menurut saya secara Pribadi berdasarkan rangkaian tulisan diatas maka saya bisa menyimpulkan bahwa logo Baru Gojek ini bukanlah sebuah Plagiat, akan tetapi hanya mencederai Kata Unik!Karena kemiripan bentuk itu sudah sangat jauh dari unsur-unsur keunikan itu sendiri. 

Sebelum menutup Tulisan ini saya ingin Mengutip Kesimpulan tulisan dari mas Surianto Rustan lagi yaitu " Bahwa dalam mencermati logo baru Gojek, dapat diambil kesimpulan bahwa: minimnya pengolahan bentuk dasar serta gaya flat design dalam logo baru Gojek jelas bukan strategi yang tepat untuk menampilkan kebaruan & inovasi dari sebuah service provider masa kini."

Nah, bagaimana menurut teman-teman?

Yusuf Sangdes 2019

Thanks for reading & sharing SangDesStock

Previous
« Prev Post

1 komentar:

  1. Thanks for sharing, sukses terus..
    Kunjungi juga http://bit.ly/2Yqz8fk

    BalasHapus

Ayo_submit_gan_3

Search here

PodcaStock